METODE-
METODE ILMIAH
Metode
Ilmiah
Manusia dapat menanggapi rangsangan yang ada di alam semesta
ini. Ini semua terjadi dan berkembang karena rasa ingin tahu manusia itu
sendiri yang akan diturunkan kepada anak cucu atau generasi manusia
selanjutnya. Ilmu alam bertujuan untuk mencari kebenaran yang relative.
Tidak semua
pengetahuan dapat disebut ilmu, karena ilmu merupakan pengetahuan yang cara
mendapatkannya harus memenuhi syarat tertentu.
Adapun syarat-syarat
suatu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu adalah sebagai berikut:
1. Logis
Pengetahuan tersebut
masuk akal dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan.
2. Objektif
Pengetahuan yang
didapat harus sesuai dengan objeknya dan didukung oleh fakta empiris.
3. Metodik
Pegetahuan diperoleh
dengan cara-cara tertentu yang teratur, dirancang, diamati, dan dikontrol.
4. Sistematik
Pengetahuan disusun
dalam satu sistem yang saling berkaitan dan menjelaskan satu sama lain sehingga
menjadi satu kesatuan yang utuh.
5. Universal
Pengetahuan berlaku untuk siapa saja dan di mana saja yaitu
dengan cara eksperimentasi yang sama akan diperoleh hasil yang sama.
6. Komulatif
Berkembang dan tentatif, sesuai dengan khasanah ilmu
pengetahuan yang selalu bertambah dengan hadirnya ilmu pengetahuan yang baru.
Ilmu pengetahuan yang terbukti salah harus diganti dengan ilmu pengetahuan yang
benar.
Unsur
– unsur Metode Ilmiah
Metode
ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam
proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan
yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat
melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses
pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak
dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran
sering memerlukan peralatan ilmiah khusus
2. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis) dan Hipotesis (penjelasan
teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan
suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi
tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi
atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasil tersebut menambah
probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar.
Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi
dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak dapat
diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi
metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai
contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat
dilakukan
Setelah
prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen
bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedang diuji tidaklah benar
atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan.
Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh
jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut. Hasil eksperimen
tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan
probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak bisa
menyalahkan suatu hipotesis bila hasil eksperimen tersebut bertentangan dengan
prediksi dari hipotesis.
Bergantung
pada prediksi yang dibuat, berupa-rupa eksperimen dapat dilakukan. Eksperimen
tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau ekskavasi arkeologis. Eksperimen bahkan dapat berupa mengemudikan pesawat dari New York ke Paris dalam
rangka menguji hipotesis aerodinamisme yang
digunakan untuk membuat pesawat tersebut. Pencatatan yang detail sangatlah
penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan
memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan
juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen
Sumber
Wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar