Minggu, 28 Oktober 2018

TABEL SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


Nama Kelompok  : Adelia Rahima Didanvy (1051516)
                               Anissa Rachmi Dewantari (10515885)
                               Diana Kurnia Oktaviana (11515856)
                               Mutiara Diantari (14515865)
4PA16

System
Elements
Goals
Inputs
Procesing
Output
Eksistensial Humanistik
Klien, Terapis
Konselor membantu klien dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia, klien di dorong agar bersemangat untuk lebih dalam meneliti sumber dan otoritas dari sistem mereka, berfokus pada untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka
Terapis membantu klien menyadari sepenuhnya keadaan sekarang, memilih bagaimana hidup pada saat sekarang dan  membantunya agar memperoleh atau menemukan kembali kemanusiaanya yang hilang
Klien bebas dalam mengambil  keputusan sehingga menciptakan nasibnya sendiri dan bertangung jawab atas pilihanya.



SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


Nama Kelompok 4PA16 :
1.      Adelia Rahima Didanvy         10515106
2.      Anissa Rachmi Dewantari      10515885
3.      Diana Kurnia Oktaviana         11515856
4.      Mutiara Diantari                      14515865

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
A.    SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) yang diartikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama unruk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi.Sistem merupakan sebuah susunan yang teratur dari kegiatan yang saling berkaitan untuk mempermudah kegiatan –kegiatan utama dalam suatu organisasi.

B.     INFORMASI
Kata informasi berasal dari bahasa Prancis kuno (informacion) yang juga diambil dari bahasa Latin (informationem) yang memiliki arti garis besar, konsep, atau ide. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam pengetahuan yang dikomunikasikan. Informasi adalah data yang telah di proses atau diolah hingga memiliki manfaat yang berguna bagi penggunanya. Dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan sekumpulan informasi di dalam sebuah basis data menggunakan sebuah model dan media teknologi infomasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis dalam sebuah organisasi. Di dalam sebuah organisasi, informasi merupakan sesuatu yang sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.

C.     PSIKOLOGI
Kata psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘psyche’ yang berarti jiwa dan ‘logos’ yang berarti ilmu. Jadi, secara etimologis psikologi berarti ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Psikologi sendiri adalah merupakan sebuah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku, sikap, mental, kejiwaan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itulah ilmu psikologi ini sangatlah penting untuk kita ketahui sejak dini.


Dalam pandangan psikologi kognitif,otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari – hari yang ditangkap oleh penginderaan. Hasil informasi dikirimkan melalui jaringan saraf tertentu kesusunan saraf pusat diotak. Dalam susunan saraf pusat otak ini berbagai informasi diolah dan hasil pengolahan informasi tersebut menghasilkan pemahaman tentang suatu pengalaman.
Aspek psikologi dalam perkembangan organisasi berbasis sistem informasi psikologi di definisikan sebagai kajian ilmiah tentang tingkah laku dalam proses mental organisasi. Sebagai contoh, sekarang ini sudah banyak aspek –  aspek psikologi yang menggunakan sistem informasi, yang atinya sudah tidak mengguankan hard copy lagi tetapi sudah lebih ke penggunaan aplikasi atau yang disebut dengan software. Nah penggunaan soft ware inilah yang disebut dengan penggunaan sistem informasi. berikut ini adalah contoh penggunaan sistem informasi dalam psikologi.

1.      Program SPSS
Aplikasi ini meruapkan sebuha aplikasi yang bisa digunakan oleh psikolog untuk mengolah data. Data yang bisa di alikasikan dalam program SPSS ini adalah data secara kuantitatif. Adapun aplikasi ini sangat membantu seorang psikolog dalam melakukan penelitian data dalam bentuk kuantitatif, karena hanya dengan menggunakan aplikasi ini seornag psikolog tidak usah repot –  repot kalau harus mengolah data tersebut secara manual.
2.      Penggunaan E- Therapy
Memang pada umumnya terapi dilakukan dengan bertemu langsung dengan seornag psikolog, namun seiring berkembangnya teknlogi infomasi, terapi pun bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi.
3.      Wawancara
Wawancara pun bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi sistem informasi, dimana proses wawancaranya hanya melalui aplikasi atau intenet, berbeda dengan wawancara yang biasanya dilakukan langusng ketemu dengan orangnya, namun aplikasi berbasi teknologi ini sudah banyak diminati.
4.      Melakukan Psikotest
Melakukan psikotes juga bisa dilakukan dengan menggunakan siistem informasi. Memang pada umumnya psikotes dilakukan secara langsung, namun sekarang ini psikotes dengan aplikasi pun sudah bnayak diminati terutama mereka yang sibuk waktunya.
5.      Mengukur Kepribadian Seseorang
Tidak hanya kecerdasan kepribadian seseorang pun bisa di tes dengan menggunakan sistem informasi ini. Dengan menggunakan sisitem informasi ini kepribadian anda bisa di test dan dipastikan hasilnya akurat loh sobat, tergantung anda menggunakan aplikasi kepribadian yang menurut anda lebih baik.















DAFTAR PUSTAKA
Zahra,P.R., & Satiadarma,M.P. (2004). Jakarta : Puspa Sehat