Selasa, 12 Juli 2016

Matematika dan IAD

MATERI

Pengertian Materi

Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semua benda yang kita temui tersusun oleh materi. Makin besar massa suatu benda, makin banyak materinya dan sebaliknya. Massa adalah jumlah zat atau materi yang terkandung dalam suatu benda. Suatu materi apapun bentuknya ada 3 wujud, yaitu padat, cair, gas. Berdasarkan hasil penelitian terbaru muncul wujud zat yang keempat yaitu plasma.


Sifat Materi

Ketiga wujud materi yang sudah kita bahas pada dasarnya memiliki sifat-sifat tertentu. Secara umum sifat tersebut dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu sifat kimia dan sifat fisika, lihat Gambar 1.4. Sifat fisika  dari sebuah materi adalah sifat-sifat yang terkait dengan perubahan fisika, yaitu sebuah sifat yang dapat diamati karena adanya perubahan fisika atau perubahan yang tidak kekal.
Air sebagai zat cair memiliki sifat fisika seperti mendidih pada suhu 100oC. Sedangkan logam memiliki titik lebur yang cukup tinggi, misalnya besi melebur pada suhu 1500oC.
Sifat Kimia dari sebuah materi merupakan sifat-sifat yang dapat diamati muncul pada saat terjadi perubahan kimia. Untuk lebih mudahnya, kita dapat mengamati dua buah zat yang berbeda misalnya minyak dan kayu. Jika kita melakukan pembakaran, maka minyak lebih mudah terbakar dibandingkan kayu, sehingga mudah tidaknya sebuah zat terbakar merupakan sifat kimia dari zat tersebut. Beberapa sifat kimia yang lain adalah bagaimana sebuah zat dapat terurai, seperti Batu kapur yang mudah berubah menjadi kapur tohor yang sering disebut dengan kapur sirih dan gas karbon dioksida.


Perubahan Materi

Perubahan materi adalah perubahan sifat suatu zat atau materi menjadi zat yang lain baik yang menjadi zat baru maupun tidak. Perubahan materi terjadi dipengaruhi oleh energi baik berupa kalor maupun listrik. Perubahan materi dibedakan dalam dua macam yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia


Klasifikasi Materi

Para ilmuwan mengklasifikasikan materi menjadi dua kelompok yaitu :
1.      zat tunggal (unsur dan senyawa)
2.      campuran

Unsur Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain dengan rekasi kimia biasa.
Di alam terdapat 92 jenis unsur alami dan sisanya unsur buatan. Jumlah keseluruhan di alam kira-kira terdapat 106 unsur.
Unsur dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :
1.      Unsur logam
2.      Unsur non Logam
3.      Unsur Semi Logam

Senyawa
Senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk melalui rekasi kimia.
Campuran
Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia.


sumber :
http://fsabrina.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-sifat-materi-perubahan.html



Matematika dan IAD

EVOLUSI DAN MAHLUK HIDUP

Teori Evolusi
a.       Teori Lamark (Jean Baptise Lamark 1744-1829)
“Evolusi itu disebabkan karena adanya adaptasi. Sifat-sifat baru dihasilkan karena pengaruh lingkungan, kemudian diteruskan kepada keturunannya.”

Contoh:
Jerapah yang berleher panjang, dahulunya berleher pendek. Karena dulunya suka memakan daun-daun yang berada di pucuk pohon karena daun yang di bawah sudah habis, maka ia menjulurkan lehernya, sehingga lama kelamaan leher jerapah tersebut jadi panjang.

b.      Charles Darwin (Charles Robert Darwin 1809-1882)
"Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kepada kesempurnaan."
Inti dari teorinya ada 2, yaitu:
-          Spesies yang hidup sekarang berasal dari species yang hidup di masa lampau.
-          Evolusi terjadi melalui proses seleksi alam

Seleksi alam itu terjadi karena adanya sebab:
1.      Variasi
2.      Kelebihan produksi
3.      Stuggle for existence (berjuang untuk hidup)
4.      Enheritance of the variation (mempertahankan kehidupan)
5.      Survival of the fittest (yang kuat yang bertahan)

c.       Teori Darwin- Weisman
-          Evolusi merupakan masalah genetika yakni menyangkut masalah bagaimana diwariskannya gen melaui sel kelamin.
-          Sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor alam genetika.

d.      Teori De Vries
-          Organisme dengan cirri pembawaan yang baru tampak dengan segera. Ini berasal dari mutasi gen.
-          Mutasi dapat membuat organisme terpengaruh atau tidak terpengaruh terhadap lingkungan.
-          Sebagi hasil dari seleksi alam, organism dengan mutasi yang baik kebanyakan dapat hidup lebih lama.
-          Sejak hasil mutasi dapat diturunkan, perubahan-perubahan dapat diharapkan berlangsung terus dan spesies dengan sifat yang baru terus terbentuk

Keanekaragaman Mahluk Hidup
1.      Sistem Klasifikasi
Terdiri dari dua kata, kata pertama manujukkan genus dan kata kedua menunjukkan species.
Contoh: Homo sapiens

2.      Dunia Tanaman dan Hewan
a.       Dunia tanaman
      Divisio 1           : Thallophyta
Subdivisio 1     : Ganggang
Subdivisio 2     : Jamur

Divisio 2           : Briophyta

Divisio 3           : Pteridophyta

Divisio 4           : Spermatophyta
Subdivisio 1     : Gymnospermae ( biji terbuka)
Subdivisio 2     : Angiospermae (biji tertutup)

Kelas 1             : monokotil (keping 1)
Kelas 2             : dikotil (keping 2)

b.      Dunia Hewan
-          Vertebrata (bertulang belakang)
-          Avertebrata (tidak bertulang belakang)

Phylum 1                     : Protozoa (bersel 1)
            Kelas 1                        : Sarcodina (Amuba)
            Kelas 2                        : Infusoria (Paramecium)
            Kelas 3                        : Mastigophora  (Euglena)
            Kelas 4                        : Sporozoa (parasit)

Phylum 2                     : Porifera (bunga karang)
Phylum 3                     : Colenterata (ubur-ubur)
Phylum 4                     : Platyhelmintes (cacing gepeng)
Phylum 5                     : Nemathelmintes (cacing bundar)
Phylum 6                     : Annelida (cacing tanah)
Phylum 7                     : Echinodermata (Bintang laut)
Phylum 2                     : Mollusca (hewan lunak)
Phylum 9                     : Arthopoda
            Kelas 1                        : Crustacea (Udang karang)
            Kelas 2                        : Myriapoda (berkaki banyak)
            Kelas 3                        : Arachnoidea (kalajengking)
            Kelas 4                        : Insekta  (serangga)
Phylum 10                   : Chordata
- Hemichordata
- Urochordata
- Chepalocordata
- Vertebrata

Ciri-ciri vertebrata memiliki:
1.      Sistem syaraf sudah maju dengan otak besar dan rongga tengkorak.
2.      Pectoral dan gelang punggung.
3.      Jantung yang beruang-ruang.
4.      System sirkulasi sudah maju beserta darah merahnya.
5.      Sumsu tulang belakang.
6.      Rongga badan.

Vertebrata terdiri atas 5 kelas:
1.       Ikan (pisces)
2.        Amphibi (Amphibia)
3.       Reptil (Reptilia)
4.      Burung (Aves)
5.      Hewan menyusui (Mamalia)

-          Ordo 1 :           Mamalia Tidak bergigi (Armadillo)
-          Ordo 2 :           Marsupilla (kangguru)
-          Ordo 3 :           Mamalia mirip ikan ( paus dan lumba-lumba)
-          Ordo 4 :           Rodentia/ pengerat (Tikus)
-          Ordo 5 :           Pemakan serangga (tikus mondok)
-          Ordo 6 :           Mamalia bersayap (kelelawar)
-          Ordo 7 :           Carnivora / pemakan daging (anjing,singa)
-          Ordo 8 :           Mamalia berkuku (sapi, kuda)
-          Ordo 9 :           Primata (mamalia berjalan tegak, gorilla)


sumber


Matematika dan IAD

KEHIDUPAN DI BUMI DARI SUDUT GEOGRAFI
Geografi Kehidupan di Bumi
1.      Faktor Lingkungan
·         Lingkungan Biotik
·         Lingkungan Abiotik
Ex: tanah, air dan iklim.
2.      Faktor Sejarah (sejarah geologi)
200 juta tahun yang lalu, hanya ada satu benua, kemudian benua itu retak dan bergeser selama 135 juta tahun sehingga terbentuklah 5 benua.
3.      Faktor Hambatan Penyebaran
4.      Geografi Tumbuhan
Ciri-ciri hutan lebat:
·         Pohon besar dan tinggi
·         Pada pohon itu terdapat banyak tumbuhan epifit (menempel pada dahan dan ranting)
·         Banyak pohon merambat ke pohon lain
·         Dibawah pohon besar masih terdapat pohon yang agak rendah dan dibawahnya lagi masih ada semak belukar.
·         Daerah subtropik (230- 400 LU/LS)
·         Ditandai dengan hutan yang sangat lebat, tanpa belukar, rotan dan epifit.
·         Padang rumput (400-600 LU/LS)
·         Daerah beriklim dingin (600-800 LU/LS)
·         Adanya padang Taiga (hutan cemara, pinis dan pakis) dan Thundra (padang perdu dan pakis yang pendek).
·         Daerah kutub (800-900 LU/LS)
·         Lumut
0 - 4.000 kaki        = tumbuhan
4.000 - 8.000         = tumbuhan subtropik
8.000 – 12.000      = tumbuhan iklim sedang
12.000 – 16.000    = tumbuhan iklim dingin (kutub).


5.      Geografi Hewan
Dunia dapat dibagi menjadi 6 daerah (founall regions) berdasarkan factor yang mempengaruhi variabilitas dan penyebaran terhadap makhluk hidup :
1.            Palaeartic (Eropa dan Asia Utara)
 Ex: Zebra, jerapah, Gorilla, etc.
2.            Ethiopian ( Afrika dan Semenanjung Arab)
3.            Oriental (Asia Selatan dan Indonesia)
4.            Australian ( Australia dan sekitarnya)
Ex: kangguru,Gajah, Tapir, Kerbau.
5.            Neotropical (Amerika Selatan dan Tengah)
Ex: Bison, Tapir, etc.

Sumber



Matematika dan IAD

MENJELASKAN SISTEM REPRODUKSI
PERKEMBANGAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL

Perkembangan Seksual dan Aseksual
Reproduksi dibagi menjadi 2 yaitu
·         Perkembangbiakan Seksual
Adalah adanya individu baru dengan bersatunya dua sel dalam proses pembuahan. Perkembangbiakan seksual di bagi dua yaitu:
1. Pada tumbuhan
Penyerbukan pada tumbuhan berlangsung dengan bantuan:
Angin. Contoh: Padi
Serangga. Contoh: Bunga yang bermadu
Manusia. Contoh: Panili

2. Pada hewan
Pembuahan pada hewan dapat terjadi dua macam yaitu:
Diluar tubuh (ekstern): Ovum keluar di air, kemudian dibuahi oleh sperma. Contoh: Katak dan ikan mas.
Di dalam tubuh (intern): Sperma untuk membuahi ovum di dalam tubuh betina. Contoh: Kebanyakan hewan darat.
Sedangkan tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa Partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.

·         Perkembangbiakan Asekual
Adalah terjadinya individu baru dari satu induk tanpa melalui proses penggabungan antara dua sel kelamin. Biasanya organisme yang dapat berkembangbiak secara aseksual, dapat juga berkembangbiak secara seksual. Contoh perkembangbiakan aseksual adalah:
a.    Pembelahan kembar: Sel yang membelah membentuk dua sel anak dengan jumlah sitoplasma yang sama. Contoh: Bakteri, ganggang dan amoeba.
b.    Kuncupan: Inti sel membelah menjadi dua yang sama tetapi sitoplasmanya tidak sama besar. Bagian kecil disebut kuncup.
c.       Pembetukan spora
Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri.
Jika Sporangium pecah, maka spora-spora yang sangat kecil terbawa oleh angin / ke tempat lain tanpa mengalami kerusakan.
Jika Spora jatuh di tempat yang sesuai, maka akan tumbuh organisme baru.
d.      Perkembangbiakan vegetatif: Perkembangbiakan melalui salah satu organ tumbuh makhluk hidup kemudian diberi fungsi untuk reproduksi. Organ tersebut dapat berupa akar, batang, daun atau umbi.

Sumber:


Matematika dan IAD

TERBENTUKNYA BUMI INI
Asal Mula Kehidupan di Bumi
Awalnya dunia ini hanyalah sebuah planet yang kosong dan dengan perlahan nya waktu terjadi kehidupan di bumi ini. Sejarah di bumi ini bisa diungkap melalui sebuah fosil,fosil ditemukan tertanam dalam batuan sedimen melalui proses yang panjang sedimen dapat tersusun berlapis lapis membentuk sebuah tingkatan. Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer.
Ciri – ciri sebuah benda hidup atau makhluk hidup ialah :
1.  Melakukan pertukaran zat atau metabolisme, yakni adanya zat yang masuk dan keluar.
2.  Tumbuh atau bertambah besar karena pertambahan dari dalam dan bergerak.
3.  Melakukan reproduksi atau berkembangbiak.
4.  Memiliki irabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan itu.
5.  Memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkungan.
Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah sekitar 2000 tahun, dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana. Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman ke zaman, oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat kedengarannya. Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila ditinjau dari segi logika.
Teori Asal-usul Kehidupan di Bumi
·         Teori Kosmozoa
Teori ini menerangkan adanya kehidupan di bumi kita dengan mengandaikan bahwa kehidupan dibawa kemari dari tempat lain di alam semesta, boleh jadi tergabung dalam meteorit yang jatuh.
·         Teori Pfluger
Teori ini menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN). Senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup.
·         Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup dapat muncul dari kondisi ysng cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai akan muncullah hidup.
·         Teori Allen
Teori ini menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis bumi ini seperti’ keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat yang difus yang akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.
·         Teori Transendental
Teori ini merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains.

Perubahan secara bertahap dari semua makhluk hidup itu, terjadi perlahan dan terus – menerus dan disebut dengan evolusi. Evolusi yang terjadi di bumi ini tidak berlangsung secara cepat tapi bertahun – tahun dan sampai sekarang kehidupan dibumi berlangsung Dibawah ini adalah beberapa Zaman asal mula kehidupan dibumi bumi :
1. Era arkea /archean (4600-2500 juta tahun)
Pada era arkean bumi terbentuk melalui proses evolusi biokimiawi yang selanjutnya proses tersebut menghasilkan sel pertama dan menghasilkann organisme pertama.
2. Era proteozoikum/proterozoic (2500-544 juta tahun)
Pada era ini bumi terbentuk melalui sel prokarya, lalu sel prokarya menghasilkan bakteri penghasil oksigen yg berguna bagi seluruh kehidupan manusia.Selain itu bumi juga terbentuk melelui sel eukaryota pertama yg mengahasilkan protista yg terbagi menjadi ;profita,protozoa,hewan overtabrata muncul.
3. Era Palezoikum/paleozoic (544-250 juta tahun)
Pada zaman ini muncul hewan hewan bertulang belakang seperti arthropoda, vertebrata. contoh : ikan, reptil dan fungi
4. Era Mesozoikum/mesozoic (250-60 juta tahun)
Pada zaman ini muncul hewan – hewan dinosaurus kecil lalu besar dan lama kelaman pada zaman ini semua hewan dinosaurus punah
5. Era senozoikum/cenozoic (65 juta tahun)
Pada zaman ini mulai muncul mamalia kecil dan tak lama muncul mamalia besar . dan pada eara ini muncul hewan primata seperti monyet ,karena monyet merupakan nenek moyang manusia yg disebut manusia purba lalu muncul manusia pertama dan muncul manusia modern.

sumber


Matematika dan IAD

METODE- METODE ILMIAH

Metode Ilmiah
Manusia dapat menanggapi rangsangan yang ada di alam semesta ini. Ini semua terjadi dan berkembang karena rasa ingin tahu manusia itu sendiri yang akan diturunkan kepada anak cucu atau generasi manusia selanjutnya. Ilmu alam bertujuan untuk mencari kebenaran yang relative.
Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu, karena ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat tertentu.

Adapun syarat-syarat suatu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu adalah sebagai berikut:

1.      Logis
Pengetahuan tersebut masuk akal dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan.
2.      Objektif
Pengetahuan yang didapat harus sesuai dengan objeknya dan didukung oleh fakta empiris.
3.      Metodik
Pegetahuan diperoleh dengan cara-cara tertentu yang teratur, dirancang, diamati, dan dikontrol.
4.      Sistematik
Pengetahuan disusun dalam satu sistem yang saling berkaitan dan menjelaskan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
5.      Universal
Pengetahuan berlaku untuk siapa saja dan di mana saja yaitu dengan cara eksperimentasi yang sama akan diperoleh hasil yang sama.
6.      Komulatif
Berkembang dan tentatif, sesuai dengan khasanah ilmu pengetahuan yang selalu bertambah dengan hadirnya ilmu pengetahuan yang baru. Ilmu pengetahuan yang terbukti salah harus diganti dengan ilmu pengetahuan yang benar.

Unsur – unsur Metode Ilmiah
1.     karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus
2.     Prediksi (deduksi logis dari hipotesis) dan Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasil tersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar.
Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan
3.     Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedang diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut. Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak bisa menyalahkan suatu hipotesis bila hasil eksperimen tersebut bertentangan dengan prediksi dari hipotesis.
Bergantung pada prediksi yang dibuat, berupa-rupa eksperimen dapat dilakukan. Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau ekskavasi arkeologis. Eksperimen bahkan dapat berupa mengemudikan pesawat dari New York ke Paris dalam rangka menguji hipotesis aerodinamisme yang digunakan untuk membuat pesawat tersebut. Pencatatan yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen
Sumber
Wikipedia